Senin, 20 Juni 2011

VIROLOGI


VIROLOGI
¡  Sifat – sifat Umum Virus
¡  Virus ad. Agen infeksius terkecil, diameter antara 20 nm – 300 nm
¡  Mempunyai salah satu jenis asam nukleat, RNA atau DNA.
¡  Virion : unit infeksius secara keseluruhan
¡  Dalam lingkungan ekstraseluler, virus diam (inert)
¡  Istilah Mengalami replikasi di dalam sel hidup dan menjadi parasit pada tingkat gen.
istilah dalam virologi
¡  Kapsid : Mantel protein yang membungkus genom asam nukleat
¡  Kapsomer : Unit morfologik di atas permukaan icosahedral partikel virus
¡  Amplop : Membran lipid yang mengelilingi partikel virus
¡  Nukleokapsid : Komplek protein asam nukleat yang mewakili bentuk gen virus
¡  Unit struktur : Protein dasar yang membentuk dinding mantel
¡  Virion : Partikel virus lengkap
Proses evolusi virus
¡  Virus mungkin berasal dari DNA, RNA atau kedua komponen asam nukleat sel inang, terjadi replikasi autonom dan akhirnya independen
¡  Degenerasi bentuk dari parasit intraseluler
Proses evolusi virus
¡  Virus mungkin berasal dari DNA, RNA atau kedua komponen asam nukleat sel inang, terjadi replikasi autonom dan akhirnya independen
¡  Degenerasi bentuk dari parasit intraseluler

Klasifikasi virus
¡  Dasar klasifikasi :

Mikologi


Mikologi
¡  Mikologi à ilmu tentang jamur
¡  50.000 spesies jamur
¡  Kebanyakan menguntungkan manusia
¡  Di alam à proses penguraian dan daur ulang
¡  Produksi makanan dan minuman beralkohol
¡  Menyediakan metabolit sekunder bioaktifà antibiotik, obat imunosupresif (cyclosporine)
¡  Model penyelidikan eukaryotik
¡  Jamur adalah organisme eukaryotik
¡  Sel jamur memiliki sedikitnya 1 nukleus dan membran nukleus, retikulum endoplasma, mitokondria, dan aparatus sekretorik.
¡  Sifat obligat dan fakultatif aerob, khemotropik
¡  Mensekresi enzim yang mendegradasi banyak varietas substrat organik menjadi nutrien yang dapat larut
¡  Infeksi jamur disebut mikosis
¡  Kebanyakan jamur patogen bersifat eksogen
¡  Habitat aslinya adalah air, tanah, dan debris organik
¡  Mikosis dengan insiden tertinggi, yaitu candidiasis dan dermatofitosis à flora normal.
¡  Mikosis terdiri dari m. permukaan, m. kulit, m. subkutan, m. sistemik, dan m. oportunistik
¡  Selama infeksi, pasien membentuk respon imun seluler dan humoral terhadap jamur
Jamur patogen tidak menghasilkan toksin yang poten (kuat
Istilah penting :
¡  Konidia : Struktur reproduktif aseksual (mitospora) yang dihasilkan baik dari transformasi ragi vegetatif maupun sel hifa atau dari sel konidiogen khusus, yang bisa sederhana atau rumit dan rapi.
¡  Konidia bisa dibentuk dalam hifa khusus, yang disebut konidiofora.
¡  Mikrokonidia kecil, makrokonidia besar dan multiseluler
¡  Arthrokonidia (arthrospora) : Konidia yang dihasilkan dari fragmentasi sel-sel hifa (misalnya, Coccidioiden immitis).
¡  Blastokonidia (blastospora) : Pembentukan konidia melalui proses pertunasan (misalnya ragi).
¡  Chlamydospora (chlamydokonidia) : Konidia yang besar, berdinding tebal biasanya bulat yang dihasilkan dari ujung atau sisipan sel-sel hifa (Candida albicans).
¡  Phialokonidia : Konidia yang dihasilkan dari sel Konidiogen “berbentuk vas” yang disebut phialide (misalnya Aspergillus fumigatus).
¡  Jamur dimorfik : Jamur yang mempunyai dua bentuk pertumbuhan, seperti mold dan ragi, yang berkembang dalam kondisi pertumbuhan yang berbeda (misalnya Blastomyces dermatitidis membentuk hifa in vitro dan ragi dalam jaringan).
¡  Hifa : Filamen tubuler, bercabang (lebar 2 – 10 mm dari sel-sel jamur, bentuk pertumbuhan mold. Kebanyakan sel hifa dipisahkan oleh dinding pembatas yang berpori atau septa, tetapi hifa zygomycetes berciri khas bersepta jarang. Hifa substrat atau vegetatif menumbuhkan koloni dan menyerap nutrisi. Hifa aerial menjulang diatas koloni dan menghasilkan struktur reproduktif.
¡  Jamur dematiaceous : Jamur yang dinding selnya mengandung melanin, yang memberikan pigmen cokelat sampai hitam
¡  Jamur imperfekta : Jamur yang tidak mempunyai reproduksi seksual; mereka diwakili hanya oleh suatu anamorf, tahap reproduktif aseksual atau mitotik. Mereka teridentifikasi pada dasar struktur reproduktif aseksual (misalnya, mitospora).
¡  Mold : Koloni miselia atau hifa atau bentuk pertumbuhan
¡  Miselium : Massa hifa atau jalinan hifa, koloni mold
¡  Jamur perfekta : Jamur yang mampu melakukan reproduksi seksual, yaitu telemorf
¡  Pseudohifa : Rantai-rantai pertunasan yang memanjang dari blastokonidia
¡  Septum : Dinding pembatas hifa, ciri khasnya berlubang
¡  Sporangiospor : Ciri khas struktur aseksual zygomycetes; mereka adalah spora-spora mitotik yang dihasilkan dari sporangium tertutup, seringkali ditunjang oleh suatu sporangiofor
¡  Spora : Struktur khusus dengan nilai ketahanan hidup yang bertambah, seperti resistensi terhadap kondisi yang merugikan atau sesuatu yang meningkatkan penghamburan. Spora bisa dihasilkan dari reproduksi aseksual.
Selama reproduksi seksual, sel-sel haploid dari pasangan strain-strain yang sesuai melalui suatu proses plasmogami, karyogami, dan meiosis
¡  Ascospora : Setelah meiosis, empat sampai delapan meiospora terbentuk dalam suatu ascus
¡  Basidiospora : Setelah meiosis, empat meiospora biasanya terbentuk pada permukaan suatu struktur khusus, berbentuk gada, yaitu basidium
¡  Zygospora : Setelah meiosis, terbentuk zygospora yang besar dan berdinding tebal
¡  Ragi : Sel-sel jamur uniseluler yang bulat sampai elips (3 – 15 mm) yang biasanya direproduksi melalui pertunasan.

Sifat Umum Jamur
¡  Tumbuh dalam bentuk dasar, sebagai yeast/ragi dan molds
¡  Mold : produksi koloni filamentosa multiseluler
¡  Koloni mengandung tubulus silindris yang bercabang disebut hifa
¡  Diameter hifa 2 – 10 mm
¡  Massa hifa yang jalin menjalin dan berakumulasi selama pertumbuhan aktif adalah miselium.
¡  Beberapa hifa terbagi menjadi sel-sel oleh dinding pemisah atau septa, yang secara khas terbentuk pada interval yang teratur selama pertumbuhan hifa.
¡  Kelas molds yang penting : zygomycetes, menghasilkan hifa yang jarang bersepta.
¡  Hifa yang menembus medium penyangga dan mengabsorbsi bahan-bahan makanan adalah hifa vegetatif atau hifa substrat.
¡  Hifa aerial menyembul di atas permukaan miselium dan biasanya membawa struktur reproduktif dari mold.
¡  Mold menghasilkan koloni dengan gambaran yang khas seperti rasio tumbuh, tekstur, dan pigmentasi.
¡  Ragi adalah sel tunggal, biasanya berbentuk bulat atau elips dan diameternya bervariasi dari 3 – 15mm.
¡  Kebanyakan ragi bereproduksi melalui pertunasan.
¡  Beberapa spesies mempunyai ciri khas gagal melepaskan diri dan menjadi memanjang;
¡  Kesinambungan dari proses pertunasan kemudian menghasilkan suatu sel ragi rantai panjang yang disebut pseudohifa
¡  Koloni ragi biasanya lunak, opaq, berukuran 1 – 3 mm, dan berwarna krem.
¡  Ragi diidentifikasi berdasarkan tes-tes fisiologis dan beberapa perbedaan morfologi kunci.
¡  Beberapa spesies jamur dimorfik, tergantung lingkungan.
¡  Semua jamur mempunyai dinding sel kaku yang penting untuk menentukan bentuknya.
¡  Dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh lapisan karbohidrat, rantai-rantai panjang polisakarida, juga glikoprotein dan lipid.

SISTEM SARAF PUSAT


SISTEM SARAF PUSAT
Struktur Tulang
ž  Ada Sembilan tulang yang membentuk tengkorak atau cranium yang melindungi otak, diantaranya adalah tulang frontal, oksipital, dua tulang sphenoid, etmoid, dua tulang temporal, dan dua tulang parietal. Persendian antara tulang tengkorak berbentuk garis disebut sutura.
OTAK (BRAIN)
ž  Otak manusia kira-kira merupakan 2% dari BB orang dewasa, menerima  20% dari curah jantung dan memerlukan sekitar 20% pemakaian oksigen tubuh dan sekitar 400 kilokalori energi setiap harinya. Metabolisme otak  merupakan proses tetap dan kontinu.
Duramater
ž  Lapisan paling luar, menutup otak dan medulla spinalis. Sifat duramater liat, tebal, tidak elastis berupa serabut dan berwarna abu-abu.
ž  Bagian pemisah dura : falks serebri yang memisahkan kedua hemisfer di bagian longitudinal dan tentorium, yang merupakan lipatan dari dura yang membentuk jaring-jaring membran yang kuat. Jaring ini mendukung hemisfer dan memisahkan hemisfer dengan bagian bawah otak (fossa posterior). Jika tekanan di dalam rongga otak meningkat, jaringan otak tertekan kea rah tentorium atau berpindah ke bawah, keadaan ini disebut herniasi.
Arakhnoid
ž  Merupakan membran bagian tengah, bersifat tipis, lembut dan berwarna putih menyerupai sarang laba-laba.
ž  Membran ini berwarna putih karena tidak di aliri darah. Pada dinding arakhnoid terdapat pleksus khoroid yg memproduksi CSS. Absorpsi CSSà arakhnoid villi
Piamater
ž  Membran paling dalam, berupa dinding yang tipis, transparan yang menutupi otak dan meluas ke setiap lapisan daerah otak.
Serebrum
ž  Serebrum terdiri dari dua hemisfer dan empat lobus. Substansia grisea terdapat pada bagian luar dinding serebrum dan substansia alba menutupi dinding serebrum bagian dalam.
Lobus Frontalis
ž  Lobus frontalis mencakup bagian dari korteks serebrum ke depan dari sulkus sentralis (suatu fisura atau alur) dan di atas sulkus lateralis.
ž  Bagian ini mengandung daerah-daerah motorik dan pramotorik. Daerah Broca terletak di lobus frontalis dan mengontrol ekspresi bicara. Banyak daerah-daerah asosiasi di lobus frontalis menerima informasi dari seluruh otak dan menggabungkan informasi-informasi tersebut menjadi pikiran, rencana, dan perilaku.
ž  Lobus frontalis bertanggung jawab untuk perilaku bertujuan, penentuan keputusan moral, dan pemikiran yang kompleks.
ž  Lobus frontalis memodifikasi dorongan-dorongan emosional yang dihasilkan oleh system limbic dan reflex-refleks vegetative dari batang otak.
ž  Badan-badan sel di daerah motorik primer lobus frontalis mengirim tonjolan-tonjolan akson ke korda spinalis, yang sebagian besar berjalan dalam jalur yang disebut sebagai system piramidalis.
ž  Pada system piramidalis, neuron-neuron motorik menyeberang ke sisi yang berlawanan. Informasi motorik dari sisi kiri korteks serebrum berjalan ke bawah ke sisi kanan korda spinalis dan mengontrol gerakan motorik sisi kanan tubuh, demikian sebaliknya. Akson-akson lain dari daerah motorik berjalan dalam jalur ekstrapiramidalis. Serat-serat ini mengontrol gerakan motorik halus dan berjalan di luar pyramid ke korda spinalis.
Diensefalon
ž  Fossa bagian tengah (interbrain) terdiri dari :
ž  thalamus,
ž  hipotalamus,
ž  Epithalamus
ž  Subthalamus
Thalamus
ž  Talamus menerima semua informasi sensorik yang datang (kecuali bau) dan kemudian memancarkan informasi tersebut ke korteks serebrum melalui berbagai jaras aferen.
ž   Serat-serat desendens dari korteks serebrum juga berjalan ke bawah ke thalamus.
ž  Talamus juga merupakan bagian dari system pengaktivan reticular (reticular activating system, RAS), suatu kelompok neuron yang luas yang penting dalam membuat seseorang terjaga.
ž  Talamus menerima rangsang nyeri dan memancarkannya ke korteks serebrum.
Hipotalamus
ž  Terletak pada anterior dan inferior thalamus.
Berfungsi dalam mempertahankan homeostasis seperti pengaturan suhu tubuh, rasa haus, lapar, respon system saraf otonom dan kontrol terhadap sekresi hormone dalam kelenjar pituitary
Epithalamus
ž  Merupakan bagian dorsal diensefalon termasuk pineal body (merupakan system endokrin yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan).
Subthalamus
ž  Subthalamus memiliki hubungan dengan nucleus ruber, substansia nigra dan globus palidus dari basal ganglia. Fungsinya belum dapat  dimengerti, tetapi lesi pada subthalamus dapat mengakibatkan diskinesia dramatis yang disebut hemibalismus yang ditandai dengan gerakan kaki atau tangan yang terhempas kuat pada satu sisi tubuh.
SISTEM LIMBIK
ž  Sistem limbik adalah kelompok difus neuron-neuron di otak bagian depan.
ž  Sistem limbik ini meliputi neuron-neuron yang datang dari dan pergi kesebagian besar lobus otak depan, serta neuron-neuron dari hipotalamus dan talamus.
ž   Sistem limbik juga menerima informasi dari daerah otak tengah dan belakang. 
ž  Sistem ini adalah bagian dari otak yang berkaitan dengan pembentukan emosi.
BATANG OTAK
ž  otak tengah,
ž  pons 
ž  medulla oblongata
Otak tengah (midbrain, mesensefalon)
menghubungkan pons dan serebellum dengan hemisfer serebrum. Otak tengah mempunyai fungsi utama sebagai relay stimulus pergerakan otot dari dan ke otak. Misalnya control reflex pergerakan mata akibat adanya stimulus pada nervus cranial III dan IV
Pons
terletak di depan serebellum antara otak tengah dan medula oblongata, berisi jaras sensorik dan motorik.
Medula  Oblongata
ž  meneruskan serabut motorik dari otak ke medulla spinalis dan serabut sensorik dari medulla spinalis ke otak.
ž  Medula oblongata mengandung pusat reflex pernapasan, bersin, menelan, batuk, muntah, sekresi saliva dan vasokonstriksi. Saraf cranial IX, X, XI dan XII keluar dari medulla oblongata.

Komunikasi Umum


Kesulitan kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain
Pengetahuan dasar komunikasi
¨  Komunikasi dapat diartikan sbg proses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita (informasi)antara dua org atau lebih dg cara yg efektif sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami
Proses komunikasi
  1. Pengirim  (sender/Enconder) yaitu pihak yg mengirim pesan kpd pihak lainnya
  2. Penulisan dalam bentuk sandi (Enconding) yaitu suatu proses penyebaran dlm bentuk simbol atau kode
  3. Pesan (message) yaitu serangkaian simbol2 yg disampaikan pengirim
  4. Media yaitu suatu alat bantu at saluran u menyampaikan pesan
  5. Penerima (decoder) yaitu pihak yg menerima pesan dari pengirim pesan
  6. Pembacaan sandi (deconding) yaitu suatu proses pergantian at menterjemahkan simbol-simbol o pihak penerima pesan
  7. Tanggapan (response)yaitu serangkaian reaksi dari pihak penerima atas pesan2 yg disampaikan kepadanya
  8. Umpan balik ( feedback)yaitu renspons penerima yg disampaikan kpd pengirim pesan
Pengaruh komunikator
  1. Identifikasi sasaran
  2. Formulasi isi pesan
  3. Pemilihan saluran komunikasi
  4. Kredibilitas komunikator
Pengaruh isi pesan
  1. Validitas isi pesan
      Isi pesan harus mudah diterima akal sehat artinya tingkat validitasnya harus tinggi
  1. Aktualitas isi pesan
      semakin aktual isi sebuah pesan akan semakin mudah ditangkap komunikan
  1. Kemasan isi pesan, isi pesan hendakx dikemas dg baik dan menarik shg mempunyai dampak lebih baik dari pd pesan yg disampaikan asal-asalan